Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Mount Penanggungan


Mount Penanggungan, is a sleeping volcano or are in an inactive state. Mountain with an elevation of 1653 M above sea level is located in the district are on the Mojokerto and mountain clusters with Arjuno and Welirang.

The mountain is known to have a high historical value because in the whole slope encountered many ancient relics, both temples, hermitage, or petirtaan of Hindu-Buddhist period in East Java. In those days the mountain is known as Mount Pawitra, which has a meaning as fog, because it has a pointy peaks and misty. There are at least 81 temples that once stood on the slopes of Indemnity. From the number of years the temple was found in some of the buildings, it is known that these buildings built between the X century AD (Jalatundo Baths, 977 F) until the sixteenth century AD.

All historic relics contained in the Indemnity discovered in the 1920's, when there is a great forest fire on the slopes of the mountain. From it all, these objects come from the heyday of the Majapahit archaeological sites are found along and thousands of other artifacts are scattered in the valleys and slopes west side and north Penanggungan be revealed.

Locals believe that the mountain is a mountain Indemnity that is widely used as a place of meditation or penance, which is also inhabited by the gods who are angry. Evidence of this belief can be seen from 81 archaeological discovered on the mountain Indemnity and strengthen the public perception that mountain Penanggunggan Java is a holy mountain, and living gods. No less than 50 punden terraces with three altar offerings on its terrace spread over the valley and the slopes Indemnity.

In the Hindu belief known to the Buddhist concept of Macrocosm or arrangement of the universe, that the universe is shaped like a flat disc linkarang, which Mahameru or Sumeru mountain at its center. Mount Penanggungan, the Java community trust, is a manifestation of the macrocosm conception because the mountain is believed to be one of the top Mahameru displaced by the ruler of the gods.

As a religious center in the development of Hinduism and Buddhism, the sage plays an important role in ritual ceremonies. The sage is a person who has resigned from the busy world and chose to live in seclusion in places away from the crowds, usually in the mountains still quiet and beautiful. Mount Pawitra serve as a center of religious activity is none other than due to the assumption that the peak Pawitra Mahameru, the center of the universe who moved to Java. With live and worship in sacred buildings spread over the slopes, then the receipt will be easier to relate to his god in the world Swarloka, the abode of the gods and Girinatha (Shiva).

source : www.eastjava.com

Rabu, 26 Desember 2012

Ubaya Training Center

Ubaya Training Center merupakan bagian dari Integrated Outdoor Campus yang merupakan Area kampus ke-3 Universitas Surabaya. Lokasinya terletak di desa Tamiajeng-Trawas, dengan luas lebih dari 36 hektar. UTC menawarkan sebuah konsep baru pembelajaran luar ruang yang berfokus pada alam, pengelolaan dan pemanfaatannya secara efektif dan maksimal.


Banyak aktifitas yang dapat di lakukan di lokasi tersebut, mulai dari pertemuan bisnis, rekreasi keluarga, acara seminar dan retreat, pelatihan, camping, outbound dan permainan luar ruang seperti Flying Fox dan Kids High Rope Course, outdoor games, berkebun, ataupun proses pembelajaran tentang alam. Fasilitas yang memadai dan suasana alam hijau pegunungan yang sehat dan nyaman.

Di tempat tersebut, kita dapat menyaksikan pemandangan alam serta menikmati kesegaran udara yang alami. Bangunannyapun banyak yang terbuat dari kayu dan serba alami, sehingga suasana serasa natural. Kitapun dapat menyaksikan pemandangan dua gunung sekaligus. Dari arah selatan kita bisa menyaksikan gunung Welirang sedangkan dari arah utara, kita dapat menyaksikan pemandangan gunung Penanggungan. Karena lokasi yang cukup tinggi, kitapun bisa menyaksikan pemandangan pedesaan di sekitar kecamatan Trawas dari atas di lokasi Ubaya tersebut.

Berikut adalah beberapa gambar pemandangan di area Ubaya :

Inilah gambar dari depan sebelum memasuki gedung pusat pelatihan di Ubaya. Di atasnya dapat kita saksikan banyak bendera yang di pasang bertuliskan nama-nama fakultas di universitas Surabaya (Ubaya).



Gambar di samping adalah lokasi lapangan basket dengan nuansa alami di kampus Ubaya yang sedang di gunakan oleh mahasiswa-mahasiswa untuk kegiatan Outbond.








Area kolam ikan di ubaya. Yang merupakan lokasi Outbond pula. Di situlah biasanya area lintasan untuk Flying Fox meluncur dari atas bukit dan berakhir/finish di sebelah kolam tersebut.
































Gambar di samping merupakan jalanan di area kampus Ubaya.























Sedangkan gambar jalan di samping adalah jalan untuk menuju ke pendopo tengah di kampus Ubaya, lokasinya berada di atas, sehingga kita harus menaiki tangga dulu untuk sampai ke sana.

Di atas pendopo tersebut biasanya para wisatawan maupun mahasiswa-mahasiswa untuk bersantai sambil menikmati pemandangan yang dapat di saksikan dari atas tentunya dengan angin yang semilir dan udara yang sejuk.





























Di Kampus Ubaya juga terdapat berbagi macam tumbuhan. Seperti tanaman obat keluarga atau yang di singkat menjadi TOGA, di situ banyk sekali berbagai jenis tanaman obat baik rempah-rempah dan lain sebagainya.








Dan yang terakhir, ini merupakan gambar jalan keluar dari kampus Ubaya menuju perkampungan atau jalan di desa.












Demikianlah sekilas mengenai Ubaya Training Center. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan mengunjungi langsung di lokasi pada saat liburan maupun dalam acara-acara lainnya.

Selasa, 25 Desember 2012

The Scenery in "Puncak Trawas"

It is located at Trawas village, Trawas district and Mojokerto regency. Puncak Trawas has beautiful natural charm and cool the surrounding air as it is located in the highlands. Many tourists who visit and traveled there to witness its natural beauty.















Sabtu, 17 November 2012

Sebesar Apa Kita Di Alam Semesta?

FAAI -- Marilah kita melakukan perjalanan di alam semesta dengan berangkat dari planet bumi tempat kita tinggal.***

• Untuk memudahkan, marilah kita membuat asumsi bahwa perjalan kita dimulai tanggl 1 Januari dengan kecepatan cahaya yaitu 186.000 mil/detik (223.200 km/detik). Sebagai perbandingan, ukuran diameter planet bumi adalah 12.756 km. Jadi,
satu detik kita melesat melakukan perjalanan = 17 lebih kita menembus bumi.

• Dalam waktu 8 menit 19 detik, perjalanan kita sudah melewati Planet Venus dengan jarak dari bumi 93.000.000 mil (111,6 juta km).

• Setelah 5 jam, 31 menit, perjalanan kita telah melewati Planet Pluto dan kedua bulannya. Jarak perjalanan kita dari bumi sudah mencapai 3,5 milyar mil (4,2 milyar km) sudah keluar dari batas luar sistem tata surya kita. Dan, kita masih di tanggal 1 Januari atau belum satu hari (baru lima jam lebih).

Senin, 12 November 2012

"Dlundung Waterfall"



As one of the tourism destinations at east Java Province,Mojokerto has attractive tourism object such as Dlundung Waterfall. Dlundung waterfall is one of waterfalls at a Mojokerto regency. The nuance of cool mountain nature with the sound of waterfall and surrounded by the natural trees adds the serenity and enchantment of this place. It is also avalible the comfortable rest place and the large camping site. It is located at Ketapanrame village, Trawas district, Mojokerto regency. It is abaout 40 km to the south east from Mojokerto. It is easy to be reached by car or motorcycle.

    About